Kalpika = Cincin = Ring

Awal diajak menikah, saya ada espektasi lebih tentang cincin. Soalnya mas partner sudah sampai acara ngirimi saya foto beberapa model cincin. Hah, kaget sih. Jadi berasa diusilin. Soalnya kalau sudah siap dengan model cincin segala berarti kan memang sudah lama ya ingin ngajakin nikahnya. Cuma masih menunggu waktu yang tepat buat menyampaikan. Ya nggak? Dalam kasus saya saya mendapat bisikan kalau iya *wangsit ngepet jaga lilin dan sedikit kegeran XD. Setelah cuma bisa FaceTimean baru ngaku kalau ngusilin. Sebel aneh gitu waktu ngelihat dia puas ketawa. Ah baiklah, saya maafin deh dia masih sempat-sempatnya usil dalam proses ngajakin nikah saya. Sehabis dia keluar dari Indonesia pun, kami sempat membahas bahan cincin yang akan dipakai. Iya kisaran logamnya cukup high class (buat saya) waktu itu. Modelnya juga sudah ada. Saya sudah sepakat juga. Duitnya jelas dari dia, karena kan dia yang punya keinginan. Saya mah ogah ngabisin duit segitu buat cincin doang, sayang.

Semakin mendekati hari mau dilamar, rencananya jadi berubah. Ternyata mas partner sudah mengirim model baru lagi ke Ibu Yogya. Duh, nasib punya calon suami suka kasih kejutan. Saya kaget sih, tapi nggak melongo-melongo amat. Katanya design dia sendiri. Saya percaya deh kalau dia lagi design konstruksi fire engine, kalau cincin??? Eeemmmm. Etapi cincin akhirnya dibelikan di Yogyakarta di Toko Semar yang di Ambarukmo Plaza. Model pun akhirnya saya sendiri yang milih. Emas putih dulu. Nggak jadi logam yang dulu kita mau. Waktu itu saya dibilangin kalau mau upgrade dengan logam yang kita mau nanti aja, sekarang yang penting punya dulu. Inggih Ibu, kulo ndherek mawon :). Mas partner juga udah dibilangin sama Ibu Yogya. “Cewek yang punya hak milih, tapi cowoknya yang kasih duit buat beli”. Hahaha makasih Ibu Yogya. Love you deh.

update gambar cincin ketika sudah dipakai
update gambar cincin ketika sudah dipakai

Saya sendiri milih model yang sederhana. Berdasarkan foto yang ada di tulisan ini. Tapi saya nggak pakai berlian. Nggak berani bayangin harganya bo >.<. Begitu sudah disepakati model, berat cincin dan tambahan aturan lain, mbak-mbak asistennya menghitung berapa harga termasuk biaya penempaan. Begitu disebut angka 5000K dan saya lapor mas partner (waktu itu kita sambil chatting), dia langsung bilang “murah, langsung beli aja” ingin rasanya saya minta tempelan berlian 5 biji disana. Hahaha, nggak sih becanda. Buat saya itu sudah cukup. Saya beruntung malah. Saya kan nggak pernah punya emas. Paling dulu dikasih anting sama Ibu Magelang. Itupun sudah saya kembalikan. Akhirnya saya bakal punya emas yang memang “milik sendiri” :).

Nah buat yang tertarik beli cincin tunangan atau pernikahan emas putih di Yogyakarta, toko Semar bisa jadi alternatif. Alamat toko Semar di Ambarukmo Plaza. Biaya penempaan 800K-1000K. Waktu penempaan 2 bulan (iya lama, kalau mau lebih cepat ada biaya tambahan).

Iklan

Satu pemikiran pada “Kalpika = Cincin = Ring

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s